
Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar evaluasi lapangan terkait usulan pembukaan Program Studi Doktor Teknik Elektro pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini berupa visitasi yang dilakukan oleh Tim Evaluasi Lapangan dari Direktorat Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, dengan tujuan menilai kesiapan kurikulum, kualifikasi dosen, serta kelengkapan sarana dan prasarana sebagai syarat perizinan program doktor baru.
Tim evaluator yang hadir meliputi Osvaldo Satia Amasta, Prof Dr Ir Suwarno MT, serta Prof Dr Ir Engeline Shintadewi J MT. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan universitas dan Fakultas Teknologi Industri Unissula.
Acara dibuka oleh Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MH, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pembukaan program doktor ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pendidikan tinggi berbasis riset dan inovasi. Ia juga menyampaikan kesiapan Unissula dalam menjawab kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknik elektro yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Perwakilan tim evaluator, Osvaldo Satia Amasta, menyampaikan maksud dan tujuan visitasi. Sementara itu, Prof Dr Ir Suwarno MT yang hadir secara langsung dan Prof Dr Ir Engeline Shintadewi J MT yang mengikuti secara daring, menekankan pentingnya kesiapan aspek akademik, tata kelola institusi, serta infrastruktur sebagai syarat utama pembukaan program doktor.
Dalam sesi presentasi, Prof Dr Ir H Muhammad Haddin MT mewakili Fakultas Teknologi Industri Unissula memaparkan visi program doktor yang ditargetkan memiliki reputasi internasional, khususnya dalam bidang sistem energi listrik dan energi terbarukan berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Program ini juga diharapkan dapat mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission 2060 serta melahirkan generasi khaira ummah yang membawa kemaslahatan bagi seluruh alam.
Selanjutnya, tim evaluator melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas, seperti ruang dosen, ruang akademik, laboratorium, dan perpustakaan. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas pembelajaran, ruang kerja dosen, laboratorium riset, serta ketersediaan referensi untuk mendukung pendidikan doktoral.
Dekan Fakultas Teknologi Industri Unissula, Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD, menyampaikan bahwa visitasi berlangsung secara konstruktif dengan semangat kolaboratif antara tim evaluator, fakultas, dan pihak universitas. Unissula pun optimistis akan memperoleh rekomendasi positif sehingga Program Studi Doktor Teknik Elektro dapat segera dibuka, sebagai kontribusi dalam pengembangan ilmu teknik nasional yang berdaya saing global sekaligus memperkuat peran Unissula sebagai universitas Islam unggulan dalam pendidikan teknik berakhlak.
