
Lembaga Kajian dan Penerapan Nilai-nilai Islam (LKPI) bersama Program Studi Ahwal Syakhsiyah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) menyelenggarakan lokakarya penetapan jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Rektor II Unissula, Dr Dedi Rusdi SE MSi Akt CA CRP, yang menilai konsistensi LKPI dan Prodi Ahwal Syakhsiyah dalam menggelar lokakarya setiap tahun sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menyambut bulan suci Ramadan melalui kajian yang mendalam, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala LKPI, Moh Farhan SPdI SHum MPdI, menjelaskan bahwa lokakarya tersebut bertujuan menyusun jadwal imsakiyah yang akan menjadi pedoman bagi umat Islam, khususnya di wilayah Semarang dan sekitarnya, dalam menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menegaskan peran Unissula sebagai perguruan tinggi Islam yang hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, ahli falak, Drs Slamet Hambali MSi, menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat potensi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan. Jadwal imsakiyah disusun berdasarkan kalender yang telah disepakati tim rakyat dan hisab Kementerian Agama, dengan perkiraan awal Ramadan pada 19 Februari 2026 dan akhir Ramadan pada 20 Maret 2026. Meski demikian, keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.
Ia menambahkan, perbedaan tersebut dipengaruhi oleh metode penentuan kalender yang digunakan. Muhammadiyah, misalnya, menerapkan sistem kalender hijriah global tunggal, yang menetapkan awal bulan ketika ketinggian hilal telah mencapai minimal 5 derajat di wilayah mana pun di dunia. Berdasarkan metode hisab tersebut, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026.
Penjelasan ini diperkuat melalui simulasi rukyatul hilal menggunakan aplikasi Stellarium yang dilakukan oleh Dr Mochamad Choirun Nizar SHI MHI. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada 17 Februari hilal belum dapat teramati di seluruh wilayah Indonesia sehingga bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari. Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, terdapat kemungkinan perbedaan dalam penetapan awal Ramadan dan Syawal. Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu keputusan resmi melalui sidang isbat pemerintah serta menjaga persatuan dan kebersamaan meskipun terdapat perbedaan penetapan.
Sumber: https://unissula.ac.id/sambut-ramadhan-fai-unissula-selenggarakan-lokakarya-imasakiyah/
