{"id":2825,"date":"2019-10-01T11:33:27","date_gmt":"2019-10-01T04:33:27","guid":{"rendered":"https:\/\/ybw-sa.org\/?p=2825"},"modified":"2019-10-01T11:33:27","modified_gmt":"2019-10-01T04:33:27","slug":"memahami-hakikat-hijrah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/memahami-hakikat-hijrah\/","title":{"rendered":"MEMAHAMI HAKIKAT HIJRAH"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/hijrah.jpg\" alt=\"\" data-id=\"2835\" data-link=\"https:\/\/ybw-sa.org\/?attachment_id=2835\" class=\"wp-image-2835\"\/><\/figure><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Pada masa-masa awal kedatangan Islam di bumi Makkah, umat\nIslam mendapatkan tekanan yang sangat berat dari kaum kafir Quraisy. Mulai dari\ndiolok-olok, dicaci, disiksa, dicambuk, diperangi bahkan ada pula yang dibunuh.\nKurang lebih 13 tahun masa\ndakwah Rasul di Makkah diwarnai dengan bermacam-macam hal yang tidak\nmenyenangkan. Berbagai bentuk hinaan, cacian, fitnah bahkan gangguan bersifat\nfisik dari penyiksaan, penganiayaan bahkan pembunuhan senantiasa dilakukan kaum\nkafir Quraisy sebagai reaksi dari dakwah Nabi. Bahkan pada beberapa tahun\nterakhir, sebelum dakwah menyebar hingga ke Yatsrib (Madinah), keluarga besar\nBani Hasyim yang merupakan keluarga Rasul diboikot oleh kaum kafir Quraisy\ndalam hal perekonomian, perdagangan dan pernikahan. Mereka dilarang mengadakan\nperdagangan dan hubungan dengan kaum quraisy lain, serta dilarang juga untuk\nditolong. <\/p>\n\n\n\n<p>Sekelumit potongan sejarah tersebut yang melatar\nbelakangi terjadinya peristiwa besar yang kemudian menjadi titik balik bagi kebangkitan umat Islam\npada masa awal. Peristiwa yang kemudian diabadikan oleh sayyidina Umar ketika\nmenjadi Khalifah, sebagai patokan awal tahun Arab yang dikenal dengan tahun\nhijriyyah, karena dimulai dari tahun dimana Nabi beserta para sahabatnya\nberhijrah dari Makkah menuju Yatsrib atau Madinah al Munawwarah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Makna Hijrah<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Hijrah asal artinya adalah\nmemutuskan. Dalam istilah, hijrah berarti pindah dari suatu tempat ke tempat\nlain. Hijrah dalam Islam merupakan potongan sejarah dari <em>sirah <\/em>Nabi\nMuhammad <em>Salallahu \u2018alaihi wassalam<\/em>. yakni ketika Nabi beserta para sahabat\nmemutuskan untuk pindah dari Makkah menuju ke Yatsrib. Meskipun dalam potongan\nsejarah yang lain, tercatat para sahabat Nabi beberapa kali melakukan hijrah ke\nberbagai tempat. Namun peristiwa hijrah paling dikenal adalah hijrah Nabi dan\npara Sahabat ke Yatsrib (Madinah). <\/p>\n\n\n\n<p>Syekh Asy Sya\u2019rawi dalam tafsirnya\nmenegaskan bahwa istilah hijrah hanya terjadi pada zaman Nabi Muhammad <em>Salallahu\n\u2018alaihi wassalam<\/em>. Artinya tidak ada lagi hijrah setelah peristiwa <em>Fathu\nMakkah <\/em>atau pembebasan kota Makkah. Jikalau pun ada istilah hijrah, maka\nyang dimaksud ialah suatu tindakan yang bertujuan untuk mendapatkan pertolongan\ndalam menjalankan ketaatan kepada Allah Swt. Sebagaimana pernah disinggung oleh\nBaginda Nabi Muhammad <em>Salallahu \u2018alaihi wassalam<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>&nbsp;\u201cHakikat muslim adalah seseorang yang orang-orang muslim lainnya selamat dari lisannya dan tangannya, sedangkan orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan segala sesuatu yang dilarang Allah\u201d <\/p><cite> (HR. Al Bukhari) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Maknanya, hijrah zaman now adalah\nupaya dari seseorang untuk meninggalkan segala larangan Allah menuju pribadi\nyang lebih baik serta mengorientasikan hidupnya untuk taat kepada aturanNya.\nDalam bahasa ta<em>salallahu \u2018alaihi wassalam<\/em>uf, hijrah sebenarnya semakna\ndengan taubat. Taubat dalam dunia ta<em>salallahu \u2018alaihi wassalam<\/em>uf menjadi\n<em>maqam<\/em> atau tingkatan paling awal yang harus dijalani oleh para <em>salik <\/em>(pegiat\ndunia ta<em>salallahu \u2018alaihi wassalam<\/em>uf). Hanya saja istilah taubat mungkin\nlebih komprehensif karena tuntutan taubat dalam dunia ta<em>salallahu \u2018alaihi\nwassalam<\/em>uf adalah benar-benar menyesali dosa-dosa yang pernah dilakukan dan\nbertekad untuk tidak lagi terjerumus dalam kemaksiatan. Maka ketika hijrah yang\ndimaksudkan adalah semakna dengan taubat, artinya seorang yang berhijrah\nseharusnya bertekad besar untuk benar-benar meninggalkan kemaksiatan dan dosa.\nDosa kepada Allah, maupun kepada sesama&nbsp; makhluk.\n<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kondisi Umat Islam Zaman Now<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika melihat kondisi umat Islam saat ini, barangkali bisa\ndikategorikan hampir sama dengan kondisi umat Islam pada masa awal. Saat ini,\ndiakui ataupun tidak. Umat Islam sedang berada dalam tekanan yang\nluar biasa dari pihak-pihak yang membencinya. Umat Islam dalam kondisi\nketerbelakangan di segala aspek. Dalam banyak bidang, umat Islam mengalami\nketertinggalan dari umat lain. Di bidang ekonomi, sistem ekonomi di dunia masih\ndidominasi oleh ekonomi konvensional. Dalam bidang hukum, banyak terjadi\nketidakadilan, hukum masih tajam kebawah dan tumpul keatas. Banyak pelanggaran\nbesar berupa korupsi yang melibatkan Oknum ahli agama. Di bidang politik,\nterkadang kredibilitas Islam justru menjadi rusak oleh perilaku Oknum politikus\nmuslim. Bidang Ilmu pengetahuan dan teknologi mayoritas negara-negara\nIslam juga masih jauh tertinggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam keterpurukan ini, bukan Islam yang salah sebagai\nagama. Islam telah memberikan konsep kehidupan yang indah sehingga jika\ndipahami dengan sebenar-benarnya akan tercipta masyarakat yang harmoni, penuh\nkedamaian karena Islam berprinsip <em>rahmatan lil alamin. <\/em>Namun kesalahan\nbesar atas keterpurukan ini ialah akibat umat Islam sendiri yang tidak mampu\natau belum mampu mengaplikasikan ajaran Islam secara baik dalam kehidupan kita.\nMaka sangat tepat jika kemudian ada yang&nbsp;\nmengatakan \u201c<em>al islamu mahjubun bil muslimin<\/em>.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hijrah, Momentum Perbaikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kehidupan umat Islam setelah hijrah ke Madinah mengalami\nperubahan yang sangat drastis. Di Madinah, Nabi dan para sahabat disambut oleh\numat Islam yang jumlahnya telah banyak dan bersedia memberikan apapun yang\nmereka miliki untuk Nabi dan para\nsahabat. Bahkan setelah itu, Nabi berhasil mengalahkan kaum kafir quraisy dalam\nbeberapa peperangan hingga puncaknya, berhasil membebaskan kota makkah dan\nmengajak para penduduk Makkah yang semula memusuhi Islam untuk memeluk agama\nIslam. Dan keberhasilan itu semua, bermula dari satu peristiwa penting, yakni\nperistiwa hijrah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam rangka meneladani peristiwa hijrah demi mencapai\nkembali kejayaan agama Islam, perlu kiranya ada pergerakan besar dari umat\nIslam yang tentunya dimulai dari masing-masing pribadi. Karena hijrah adalah\npergerakan. Pergerakan dari kondisi yang kurang baik, menuju pada kondisi yang\nlebih baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada titik awal, barangkali harus digiatkan kembali\nsemangat belajar Islam pada generasi muslim sendiri. Ingatlah bahwa Islam tidak\nhanya pembelajaran selingan melainkan pembelajaran inti yang harus ditanamkan\npada kehidupan keluarga\ndan masyarakat. Karena dari ilmu atau pengetahuanlah, akan timbul\nkeimanan dan keyakinan. Keimanan yang kuat akan menumbuhkan komitmen kuat akan\nagama Islam. Ketika komitmen kuat terwujud, maka pelaksanaan terhadap\najaran-ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan akan menjadi mudah. Dan ketika\nitu dilakukan oleh umat Islam dalam jumlah besar di segala penjuru dunia, bukan\ntidak mungkin citra tentang agama Islam akan menjadi baik sebaik konsep yang\nada di dalamnya. Dan saat itu juga, tercipta kondisi masyarakat yang dinamis dan\nharmonis sebagaimana masyarakat Nabi dulu di kota Madinah. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai motivasi terhadap para <em>muhajir, <\/em>janji\nAllah yang diperuntukkan untuk hamba-hambanya yang mau berhijrah,<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201cOrang-orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, pasti kami akan memberikan tempat yang baik di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui.\u201d <\/em><\/p><cite> <em>(QS. An Nahl; 41)<\/em> <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Kesimpulan akhir mengenai hakikat hijrah adalah suatu tindakan mulia berorientasi kepada perbaikan diri baik secara individual maupun kolektif dengan janji indah dari Allah bagi yang mau melaksanakannya. Janji kesuksesan besar di dunia, dan kebahagiaan yang jauh lebih besar di akhirat. <em>Wa Allahu A\u2019lam.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Oleh : <strong>M. Choirun Nizar, M.HI<\/strong> &#8211; Dosen Fakultas Agama Islam UNISSULA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada masa-masa awal kedatangan Islam di bumi Makkah, umat Islam mendapatkan tekanan yang sangat berat dari kaum kafir Quraisy. Mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2825","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian","post_format-post-format-gallery"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/author\/ybwsa\/"},"rttpg_comment":3,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/kajian\/\" rel=\"category tag\">Kajian<\/a>","rttpg_excerpt":"Pada masa-masa awal kedatangan Islam di bumi Makkah, umat Islam mendapatkan tekanan yang sangat berat dari kaum kafir Quraisy. Mulai [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2825\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}