{"id":2796,"date":"2019-08-09T09:05:33","date_gmt":"2019-08-09T02:05:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ybw-sa.org\/?p=2796"},"modified":"2019-08-09T09:05:33","modified_gmt":"2019-08-09T02:05:33","slug":"ada-orang-tua-di-balik-sukses-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/ada-orang-tua-di-balik-sukses-kita\/","title":{"rendered":"Ada ORANG TUA di Balik Sukses Kita"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/parents-730x400.jpg\" alt=\"\" data-id=\"2798\" data-link=\"https:\/\/ybw-sa.org\/?attachment_id=2798\" class=\"wp-image-2798\"\/><\/figure><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Fakta tak dapat\ndimungkiri, kenyataan tak dapat terbantahkan, realitas obyektif telah\nmembuktikan bahwa kisah sukses orang-orang besar tak lepas dari bakti mereka\nkepada kedua orang tuanya, serta dukungan dan do\u2019a orang tua yang tak kenal\nlelah. Khalid Bin Walid, Abu Hurairah, Imam Syafi\u2019I, serta tokoh-tokoh\nkontemporer dan muslim sukses abad ini tak lepas dari <em>The Great Power of Parents<\/em>.\nHal ini sangat relevan dengan ajaran Islam. Suatu saat Rasulullah SAW pernah ditanya\ntentang peranan kedua orang tua. Beliau menjawab, <em>\u201cMereka adalah (yang\nmenyebabkan) surgamu atau nerakamu.\u201d<\/em> (HR. Ibnu Majah).<\/p>\n\n\n\n<p>Ketokohan Khalid bin\nWalid tak lagi asing dalam sejarah kepahlawanan Islam. Dialah panglima \u201ctermahal\u201d\ndalam sejarah Islam. Dialah seorang mujahid legendaris yang namanya membuat\norang kafir miris. Mendengar julukannya saja kita akan tergetar, dialah\nSaifullah al-maslul. Pedang Allah yang selalu terhunus. Khalid adalah inspirasi\nSyahid. Ia melanglang buana, mengikuti seratus kali pertempuran besar dan tiada\nsecuil pun bagian tubuhnya, kecuali penuh luka akibat sabetan senjata peperangan.\n<\/p>\n\n\n\n<p>Begitulah kehebatan\nKhalid. Namun ada yang lebih dahsyat di balik kedahsyatan Khalid. Siapakah dia?\nDialah ibunya. Ibu yang telah melahirkannya. Ketika Umar bin Khattab mendengar\nKhalid di pengujung usianya, beliau mengakui eksistensi kepahlawan dan\nkeutamaannya, <em>\u201cseluruh wanita tidak mampu\nmelahirkan anak seperti Khalid!\u201d.<\/em> Begitu komentar Umar terhadap pahlawan\nbesar ini. Dibalik para pahlawan besar, ada wanita-wanita besar. Dan kunci dari\nitu semua adalah tarbiyah. Dan tarbiyah di tangan bijak seorang ibu akan\nmenjadi energi dahsyat.<\/p>\n\n\n\n<p>Abu Hurairah adalah salah\nseorang sahabat Nabi yang patut diteladani dalam memelihara ajaran Islam\ntentang <em>birrul walidain<\/em>. Diantara akhlak mulia Abu Hurairah yang\nmembawanya pada kedudukan tinggi adalah bakti dan kesetiaannya kepada sang ibu.\nKisah Abu Hurairah bersama ibunya tercantum dalam <em>Shahih Muslim <\/em>dan\nkitab hadist lainnya. Suatu waktu Abu Hurairah pernah berkata, \u201cAku makan satu\nbiji dan sisanya kusimpan.\u201d Rasulullah SAWbertanya, \u201cWahai Abu\nHurairah, mengapa engkau tidak memakan kurma itu?\u201d Aku menjawab, \u201cUntuk ibuku!\u201d\nRasulullah SAW berkata, \u201cMakanlah, aku akan memberikan untuk ibumu dua biji\nkurma lainnya.\u201d Kemudian aku memakannya, lalu Rasulullah memberiku dua biji\nlagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Imam Syafi\u2019i di\nusia 7 tahun beliau telah hafal al-Quran dengan lancar, umur 10 tahun telah\nhafal kitab hadits karya imam Malik, <em>al-Muwatha&#8217;<\/em>. Dan umur 12 tahun\nbeliau telah disahkan menjadi seorang mufti. Kesuksesan yang diukir Imam\nSyafi\u2019i ini juga tak lepas dari ketaatannya kepada ibundanya. Bahkan secara khusus\nImam Syafi\u2019I mengekspresikan baktinya dengan menulis kitab <em>al-Umm<\/em> yang maknanya Ibu dan mengungkapkan dalam syair:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Taatilah\nAllah sebagaimana yang Dia perintahkan<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Penuhilah\nhatimu dengan sikap waspada<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Taatilah bapakmu karena dialah<\/em> <em>yang telah memeliharamu di waktu kecil<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Merendah dan ridhalah kepada ibumu<\/em> <em>karena durhaka kepadanya termasuk dosa besar<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kisah suskses\norang-orang hebat sebagaimana terdeskripsi di atas memberikan pelajaran kepada\nkita bahwa orang-orang sukses adalah orang-orang yang mampu mendedikasikan\nbaktinya kepada orang tua. Disamping itu, mereka juga mampu menggali potensi\ndahsyat dari rumahnya, dari orang tuanya. Merekalah madrasah sebelum madrasah\nlainnya. Merekalah Sekolah sebelum sekolah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Birrul\nwalidain<\/em>\nsejatinya adalah wujud ketaatan dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Bila posisi\nkita kepada Allah dan Rasul-Nya di puncak ketaatan, maka berbakti kepada kedua\norang tua adalah ekspresi cinta itu sendiri. Cinta kepada Allah memberikan\ninspirasi untuk menaati segala yang diperintahkan-Nya termasuk berbakti kepada\nkedua orang tua. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Birrul\nWalidain <\/em>sesungguhnya\nbukan sekadar untuk memenuhi kewajiban. Tetapi dapat dimaknai lebih dahsyat\nyakni sebagai ekspresi keimanan, bukti kecintaan, wujud ketaatan, investasi\nmasa depan, perencanaan reuni abadi di surga penuh kebahagiaan. Karena itulah,\nbakti harus terus dilakukan baik ketika masih hidup maupun setelah tiada. Dari\nbakti sejati inilah akan kita dapatkan doa yang mustajabah dan ridha yang\nmengiringi langkah. Sebab, berbakti kepada orang tua itulah yang mengantarkan\nkepada ridha Allah. <\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah pernah\nbersabda \u201c<em>Ridhallahi fi ridhal walidain\u201d <\/em>(Keridhaan\nAllah terletak pada keridhaan orang tua). Ada anak yang terperosok ke dalam\nlubang kehancuran, karena menyia-nyiakan orang tuanya. Sementara ada anak yang\nmendulang kesuksesan dan kebahagiaan hidup karena memuliakan orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan sebagai\nseorang mukmin sempurna imannya apabila ia mampu membuktikan ketaatannya kepada\nkedua orang tuanya. Al-Quran dengan gamblang menjelaskan,<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201cDan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepada anaknya, \u201cHai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya\u2026. <\/em><\/p><cite> <em>(QS.Luqman: 13-14)<\/em> <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Di ayat yang lain Allah SWT berfirman: <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201cDan Tuhan-mu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.\u201d <\/em> <\/p><cite> (QS. Al-Isra\u2019: 23) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Islam merupakan\nagama yang sangat memperhatikan urusan keluarga, khusunya bakti kepada kedua\norang tua. Tidak hanya perintah dan dorongan agar berbuat baik dan menjaga\nhubungan, akan tetapi juga menanamkan dan menggugah hati anak agar berbakti,\nmemperhatikan orang tuanya dengan sepenuh hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika perintah\nuntuk berbakti kepada orang tua telah didedikasikan dengan dilandasi <em>mahabbatullah<\/em>, ikhlas meraih ridha-Nya,\nAllah tidak akan menyia-nyiakan amalannya, dikabulkan doanya, dimudahkan\nurusannya dan diwujudkan harapannya. Berbakti kepada orang tua akan\nmendatangkan energi kebahagiaan dan kesuksesan. Sebaliknya, durhaka kepada\norang tua akan mendatangkan kesengsaraan penuh derita, baik di dunia maupun di\nakhirat.<\/p>\n\n\n\n<p>Semoga kita tergolong orang-orang yang selalu menjaga <em>birrul walidaian<\/em> serta memiliki <em>awareness <\/em>bahwa di balik keberhasilan hidup ini ada peran orang tua yang tak terlupakan. Aamiin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Oleh : H. Syamsudin Salim, S.Ag., M.Ag. &#8211; Manajer BPI  RSI-Sultan Agung<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fakta tak dapat dimungkiri, kenyataan tak dapat terbantahkan, realitas obyektif telah membuktikan bahwa kisah sukses orang-orang besar tak lepas dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2798,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2796","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian","post_format-post-format-gallery"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/author\/ybwsa\/"},"rttpg_comment":4,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/kajian\/\" rel=\"category tag\">Kajian<\/a>","rttpg_excerpt":"Fakta tak dapat dimungkiri, kenyataan tak dapat terbantahkan, realitas obyektif telah membuktikan bahwa kisah sukses orang-orang besar tak lepas dari [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2796","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2796"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2796\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2796"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2796"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2796"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}