{"id":2779,"date":"2019-07-22T13:52:52","date_gmt":"2019-07-22T06:52:52","guid":{"rendered":"http:\/\/ybw-sa.org\/?p=2779"},"modified":"2019-07-22T13:52:52","modified_gmt":"2019-07-22T06:52:52","slug":"pentingnya-ukhuwah-islamiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/pentingnya-ukhuwah-islamiyah\/","title":{"rendered":"Pentingnya Ukhuwah Islamiyah"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/images.jpg\" alt=\"\" data-id=\"2780\" data-link=\"http:\/\/ybw-sa.org\/?attachment_id=2780\" class=\"wp-image-2780\"\/><\/figure><\/li><\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p>\u201cUkhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.\u201d <br><\/p><cite> ( Imam Al-Ghazali ) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Baru\n\u2013 baru ini terjadi insiden penembakan di dua masjid di Kota Christchurch,\nSelandia Baru, pada hari Jumat , 15 Maret 2019 mengakibatkan korban meninggal\ndunia sejumlah 49 orang. Dunia Islam mengutuk keras perbuatan keji tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Komunitas\nMuslim Seattle berdoa bersama setelah aksi penembakan tersebut. Salah satu\nmuslim berujar : &#8220;Saya pikir semua orang setuju, Anda tahu, hari ini semua\ndari kita akan membuktikan bahwa kita tidak takut,&#8221; Respon komunitas\nmuslim seattle tersebut merupakan salah satu spontanitas dalam makna ukhuwah\nislamiyah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Makna Ukhuwah Islamiyyah<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p>Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai \u201cpersaudaraan\u201d, \u00a0Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Di atas telah dikemukakan arti ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam. Di dalam Al-Qur\u2019an banyak sekali ayat \u00a0yang menjelaskan\u00a0 tentang ukhuwah Islamiyah dan dapat kita simpulkan bahwa di dalam kitab suci ini memperkenalkan paling tidak empat macam persaudaraan:<br>1) Ukhuwah \u2018ubudiyah atau saudara sesama mahluk dan sama-sama tunduk kepada Allah.<br>2) Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah Saw. juga menekankan lewat sabda beliau, \u201cJadilah kalian hamba Allah yang bersaudara\u201d<br>3) Ukhuwah wathaniyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.<br>4) Ukhuwah fi din Al-Islam, persaudaraan antarsesama Muslim. Rasulullah Saw. bersabda, Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Fenoma\u00a0 Ukhuwah Islamiyah Dunia Islam saat ini<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bila\ndilihat dari fenomena hari ini dalam konteks ukhuwah Islamiyah ada sisi\nkekurangannya yakni adanya isu terorisme, pertentangan golongan, golongan satu\nmerendahkan golongan lain, sedikit banyak mengendorkan soliditas &nbsp;antar muslim. Perpecahan ukhuwah antar muslim\ntelah diingatkan Allah dalam firmanNya :<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201dWahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi permpuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan yang (mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah maha penerima tobat, Maha penyayang.\u201d<\/em>.<\/p><cite> (QS : al-Hujuraat: 11-12) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Allah\nmenunjukkan dengan jelas dalam ayat tersebut bahwa mengolok-olok baik dilakukan\noleh suatu kaum maupun individual, saling mencela, saling memanggil dengan\nsebutan-sebutan yang buruk, berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain,\nsaling menggunjing satu sama lain adalah mengarah pada pecahnya persaudaraan.\nApakah kita tidak merasa jijik diibaratkan Allah seperti memakan bangkai\nsaudara sendiri?. Rasulullah bersabda Artinya, \u201cPersatuan adalah rahmat dan\nperpecahan adalah adzab.\u201d (HR. Ahmad dari Nu\u2019man bin Basy\u00eer dengan derajat\nhasan). Jika pernah diantara sesama muslim melakukan hal tersebut, maka\ndiperintahkan Allah untuk bertaubat. Manusia juga dikaruniai oleh Allah peluang\nuntuk bersilang pendapat dan berbeda pendirian namun ajaran Rasulullah S.A.W\nmengajarkan umatnya untuk bermusyawarah, sehingga betapapun ada perbedaan yang\ntajam niscaya dapat diselesaikan dengan keridhoan sesama muslim. Saatnya&nbsp; potensi-potensi perpecahan perlu kita akhiri,\ndengan saling menjaga, menghargai dan bersikap lemah lembut. Sehingga apabila\nterjadi perbedaan, maka perbedaan tersebut dapat melahirkan hikmah, baik dalam\nbentuk kompetisi positif, mempertajam daya kritis, maupun dalam membangun\nsemangat mencari tahu sesuai dengan anjuran memperbanyak ilmu. Namun disisi\nlain ada fenoma menggembirakan bahwa rasa persaudaran sesama muslim melintasi\nbenua dalam dunia islam global menunjukkan juga hal yang positif. Misalnya adanya\nperhatian komunitas muslim di negara ini yang peduli akan pembangunan masjid di\nPalestina dengan nama Masjid Istiqlal Indonesia yang peruntukannya selain digunakan\nuntuk beribadah salat lima waktu, juga dibangun fasilitas pendidikan Alquran\nuntuk melahirkan hafiz dan hafizah di sana. Jadi, masjid ini akan jadi pusat\nperadaban masyarakat Gaza. Hal tersebut merupakan bentuk kecintaan kepada komunitas\nmuslim saudara kita di Indonesia terhadap saudaranya muslim di Palestina agar\ndapat beribadah dengan layak. Kebersamaan ini dalam banyak hal dapat memberikan\ninspirasi solidaritas , memperkuat kecintaan kepada sesama saudara mukmin. <\/p>\n\n\n\n<p>Ukhuwah\nIslamiyah sendiri menunjukkan jalan yang dapat ditempuh untuk membangun\nkomunikasi di satu sisi, dan di sisi lain, ia juga memberikan semangat baru\nuntuk sekaligus melaksanakan ajaran sesuai dengan petunjuk al-Qur&#8217;an serta\nteladan dari para Nabi dan Rasul-Nya. 2 hal penting dalam ukhuwah Islamiyah, pertama,\napabila salah satu dari anggota badan itu sakit, maka anggota lainnya pun turut\nmerasakan sakit. Kedua, persaudaraan Islam dianalogikan sebagai bangunan yang\nkuat, yang antara masing-masing pilar dan komponen dalam bangunan tersebut\nsaling memberikan fungsi untuk memperkuat dan memperkokoh. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\nIslam seseorang dianggap mulia, jika ia memelihara anak yatim. Orang yang\npaling disenangi Allah adalah mereka yang paling dermawan. Orang\u2212orang yang\nberinfaq\/bersedekah diberi ganjaran pahala sampai 70 x lipat. Dalam hadis\nRasulullah disebutkan bahwa Allah akan selalu membantu hamba-Nya selama hamba\ntersebut membantu saudaranya. Pada hadis lain Rasulullah menyebutkan, bahwa\nbakhil itu sifat tercela dan pemboros itu adalah kawan\u2212kawan setan. Jika\ndibahas secara terinci, tentang kepedulian Islam terhadap masalah sosial maka\nkita akan menemukan bahwa ternyata amal ibadah secara umum lebih banyak\nberurusan dengan hamblum minannas ketimbang hablum minallah. Namun manifestasi\nhablum minannas adalah ketauhidan dan ketaatan kepada Allah SWT. Allah memberi\nkarunia akhlak yang baik sebagai modal berukhuwah dan bersaudara. <\/p>\n\n\n\n<p>Ukhuwah\nislamiyyah dihiasai dengan akhlakul karimah. Akhlak yang menjaga perasaan\nsaudaranya, menjaga harta dan jiwa setiap mukmin. Seorang mukmin mendambakan\nkarunia lidah yang jujur, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Ibrahim as :<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201dJadikanlah untukku lisan yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian hari.\u201d<\/em><\/p><cite> (Qs. Asy-Syu\u2019ara:48) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Allah\nmencintai sebagian hamba-Nya dan memberikan karunianya dan budi pekerti yang\nluhur. Nabi Muhammad S.A.W dipuji oleh Allah dalam firman-Nya <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201csebab rahmat dari Allah lah engkau berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Jika engkau kasar dan keras hati, niscaya dia akan meninggalkanmu.\u201d<\/em>.<\/p><cite> (QS. Ali Imron:159) <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Mari\nkita perbanyak upaya untuk memahami Al Quran dan Sunnah, karena seluruhnya\nisinya adalah akhlak kebaikan. Dengan keduanya&nbsp;\nkita mendapatkan cahaya yang menerangi jalan dan tingkah laku kita,\nmendorong hati kita untuk melakukan berbagai kebajikan. Allah berfirman\u201d Allah\nmemberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah,\nsungguh telah diberikan kebaikan &nbsp;yang\nbanyak. Tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.\n(QS. Al Baqarah:269)<\/p>\n\n\n\n<p>Dasar\ndari menjalin ukhuwah yang baik adalah memperbaiki hubungan kita dengan Allah,\nsehingga niscaya Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan orang-orang\ndisekitar kita. Berhati-hati terhadap dosa-dosa yang akan menguasai kita dan\nakan menyebabkan kita gagal dalam bergaul dengan sesama saudara mukmin.&nbsp; Semoga kita termasuk hambaNya yang\nbersungguh-sungguh untuk mencapai Ridha Allah dan senantiasa berbuat kebaikan.\nAmin Ya Robbal Alamin.[]<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Oleh : Azhar ardi, S.E., M.Si. &#8211;\u00a0Kabag SPI Sekretariat YBWSA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cUkhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.\u201d ( Imam Al-Ghazali ) Baru [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2780,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2779","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian","post_format-post-format-gallery"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/author\/ybwsa\/"},"rttpg_comment":5,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/kajian\/\" rel=\"category tag\">Kajian<\/a>","rttpg_excerpt":"\u201cUkhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.\u201d ( Imam Al-Ghazali ) Baru [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2779","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2779"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2779\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}