{"id":2754,"date":"2019-03-15T13:54:35","date_gmt":"2019-03-15T06:54:35","guid":{"rendered":"http:\/\/ybw-sa.org\/?p=2754"},"modified":"2019-03-15T13:54:35","modified_gmt":"2019-03-15T06:54:35","slug":"aktualisasi-syarat-shalat-dalam-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/aktualisasi-syarat-shalat-dalam-kehidupan\/","title":{"rendered":"AKTUALISASI SYARAT SHALAT DALAM KEHIDUPAN"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-gallery columns-1 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><li class=\"blocks-gallery-item\"><figure><img decoding=\"async\" src=\"http:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2019\/03\/index.jpg\" alt=\"\" data-id=\"2756\" data-link=\"http:\/\/ybw-sa.org\/?attachment_id=2756\" class=\"wp-image-2756\"\/><\/figure><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>S<\/strong>halat&nbsp;merupakan\nsuatu upacara (<em>ceremony<\/em>), lebih spesifik upacara keagamaan Islam.\nMenurut bahasa shalat berarti do\u2019a, sedangkan menurut istilah shalat berarti suatu\nsistem ibadah yang tersusun&nbsp;dari beberapa perkataan (bacaan) dan laku\nperbuatan, dimulai dengan takbir &nbsp;dan diakhiri dengan salam, berdasar atas\nsyarat-syarat dan rukun-rukun tertentu (Razak, 1981:178).<\/p>\n\n\n\n<p>Ibadah\nini mempunyai nilai dan kedudukan yang sangat tinggi dalam agama Islam. Allah\nSwt. berfirman &nbsp;dalam &nbsp;al-Quran &nbsp;bahwa shalat &nbsp;wajib\ndikerjakan orang yang beriman:<\/p>\n\n\n\n<blockquote style=\"text-align:left\" class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>&#8220;Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.<\/em> &#8220;<\/p><cite>Al-Quran Surat An-Nisa&#8217; : 103<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>shalat\nuntuk mengingat Allah dan memohon pertolongan-Nya :<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.&#8221;<\/em><\/p><cite> Al-Quran Surat Al-Baqoroh : 153 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>shalat\nyang khusu\u2019&nbsp;akan diperoleh &nbsp;keberuntungan :<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>&#8220;Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu&#8217; dalam shalat-nya&#8221;.<\/em><\/p><cite>Al-Quran Surat Al-Mu&#8217;minun Ayat 1-2<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>shalat\ndapat mencegah keburukan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>&#8220;Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar&#8221;.<\/em><\/p><cite> Al-Quran Surat Al-&#8220;Ankanut Ayat 45 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Nabi\nMuhammad Saw. bersabda bahwa shalat sebagai tiang agama, siapa yang\nmengerjakannya dia menegakkan agama dan yang tidak mengerjakan dia\nmerubuhkannya. Beliau juga bersabda bahwa shalat merupakan <em>mi&#8217;rajul-mu&#8217;miniin<\/em>, shalat menjadi pembatas antara orang yang\nberiman dan yang tidak beriman, dan shalat adalah amalan yang dihitung pertama\nkali pada hari kiamat kelak.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun\ndemikian, banyak kaum muslimin yang belum banyak mengaktualisasikan ajaran\nshalat dalam kehidupan. Mereka hanya melakukan \u201cshalat ritual\u201d dalam lima waktu\nsehari semalam, tetapi belum banyak dilanjutkan ke \u201cshalat aktual\u201d, yaitu\nmengamalkan (mengaktualisasikan) ajaran shalat ritual dalam kehidupan\nsehari-hari. Banyak muslim melakukan \u201cSTMJ\u201d (Shalat Terus Maksiat Jalan). Nabi\nSaw. menyatakan, \u201dAkan datang suatu jaman atas\nmanusia, mereka melakukan shalat namun pada hakekatnya mereka tidak shalat\u201d (HR Ahmad).\nRasulullaah Saw. juga menyatakan, \u201dKececeran (keteledoran) yang pertama yang kamu alami dari agamamu ialah\namanat, dan kececeran yang terakhir ialah shalat.\nSesungguhnya (akan terjadi) orang-orang melakukan shalat, sedang mereka tidak\nberakhlaq\u201d&nbsp; (HR Ahmad, Abu Dawud, &amp;\nIbnu Majah).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Syarat Shalat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tulisan\nini hanya membahas tentang syarat shalat dan bagaimana mengamalkan ajaran\nsyarat shalat dalam kehidupan. Syarat &nbsp;adalah &nbsp;sesuatu yang harus\ndipenuhi &nbsp;agar &nbsp;apa &nbsp;yang diinginkan atau dilakukan dapat\nditerima (sah), sedangkan sesuatu itu &nbsp;berada di luar apa yang diinginkan\natau dilakukan &nbsp;tersebut. Ibadah shalat dapat diterima oleh Allah Swt atau\nmenjadi sah apabila syarat-syaratnya dipenuhi sebelum pelaksanaan shalat.\nSyarat-syarat shalat antara lain pelakunya seorang muslim, baligh (dewasa) dan\nberakal sehat, mengetahui waktunya, suci dari segala najis (kotoran), menutup\naurat, dan menghadap kiblat (Rifai, 1976:35; Shiddieqy, 1974:105-109).<\/p>\n\n\n\n<p>Shalat\ndilakukan oleh orang Islam (muslim), yaitu orang yang telah menyatakan dirinya\ntaat, menyerahkan diri, dan tunduk kepada Allah Swt agar terjamin keselamatan\nhidupnya di dunia dan akhirat. Hal ini berarti bahwa status muslim merupakan\nstatus simbol yang menggambarkan keadaan atau apa yang seharusnya dilakukan\noleh pemegang status tersebut. Status&nbsp;ini analog dengan status yang lain.\nStatus mahasiswa, dosen, guru, petani, dokter, kepala keluarga, dan lainnya\nmenggambarkan keadaan atau apa&nbsp;yang seharusnya dilakukan oleh pemegang\nstatus itu. Seorang mahasiswa harus mampu menggambarkan dirinya sebagai seorang\nmahasiswa, bukan seorang anak jalanan. Seorang dokter harus berbuat sebagai\u00admana\nlayaknya dokter, bukan petani. Seseorang harus mampu memerankan status yang\ndipegang dengan benar dan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Shalat\nmerupakan amanat Allah Swt.\nOrang yang mengerjakannya harus berakal sehat dan dewasa. Kedewasaan dan akal\nsehat seseo\u00adrang mampu mengemban amanat yang ada dalam statusnya. &nbsp;Amanat\nhanya bisa diemban oleh orang-orang yang berakal sehat dan dewasa, sedangkan\norang yang gila dan masih kanak-kanak tidak dibeba\u00adni dengan amanat; mereka\nbebas dari hukum. Hal ini lebih jelas lagi jika melihat bahwa agama Islam\nsebagai <em>ad-diinul-&#8216;aql<\/em> (agama akal),\nyaitu agama yang melibatkan akal sehat manusia dalam memecahkan atau\nmempertimbangkan sesuatu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kehidupan\nmanusia tidak lepas dari dimensi&nbsp;waktu. &nbsp;Dengan waktu\nitulah&nbsp;roda sejarah hidup manusia berjalan. &nbsp;Agar dapat mengikuti\nsejarah hidupnya, manusia dituntut untuk memahami waktu (lampau, sekarang,\nbesok). Pengabaian terhadap waktu akan mengakibatkan manusia terasing dalam\nsejarahnya, yang pada gilirannya akan melahirkan stagnasi (statis) karena ia\ntidak mengenal kedi\u00adnamisan. Hal inilah makna dari mengetahui waktu ketika\nmelaksanakan shalat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum\nmelaksanakan shalat seseorang harus menyucikan&nbsp;diri dari segala bentuk\nnajis (kotoran), baik raga, tempat, pakaian, maupun jiwanya. Keharusan ini\ndilakukan sehari semalam lima kali, sejak anak-anak (sepuluh tahun) hingga\ndewasa. Oleh&nbsp;karena itu makna simbol ini adalah bahwa setiap muslim harus\nsenantiasa suci (bersih) dalam kehidupannya.\n&nbsp;Dengan&nbsp;demikian&nbsp;seorang muslim seharusnya dapat terhindar dari\nsegala bentuk kenegatipan seperti korupsi, manipulasi, mencuri, berjudi, dan\nprostitusi.<\/p>\n\n\n\n<p>Syarat\nshalat yang lain adalah menutup aurat, yaitu menutup bagian tubuh yang\nseharusnya tidak diperkenankan terlihat. Syarat ini merupakan&nbsp;adab\nkesopanan dalam hal pakaian saat menghadap Tuhan yang Maha Esa. Jika setiap\nhari dilatih untyuk menerapkan adab kesopanan ini, maka seseorang akan terbiasa\ndengan kehidupan yang indah dan bersih. Aurat seseorang menyangkut\nharga&nbsp;diri. Menurut aurat berarti menjaga harga diri agar\ntetap&nbsp;dihormati. Pepatah Jawa mengatakan, <em>Ajining sarira gumantung ana ing&nbsp;busana<\/em> (harga diri tergantung\npada pakaian yang dipakai). Selain harga diri, menutup aurat bermakna simbolik\nlain, yaitu menyimpan rahasia dengan teguh, baik rahasia pribadi, kelompok\nmaupun negara. Dalam hal ini aurat dianggap sebagai rahasia.<\/p>\n\n\n\n<p>Para\nulama bersepakat bahwa orang yang akan mengerjakan shalat secara wajar (bukan\ndarurat) diwajibkan menghadap ke kiblat di Makkah. Ka&#8217;bah menjadi titik sentral\ndari konfigurasi lingkaran. &nbsp;Hal ini karena pada saat shalat kaum muslimin\nyang berada di timur ka&#8217;bah menghadap ke barat, yang di selatan mengahadap ke\nutara, yang di barat menghadap ke timur, yang di utara menghadap ke selatan.\nKonfigurasi lingkaran ini mempunyai makna simbolik yang mendalam. Seluruh isi\njagat raya, baik jenis makro\u00adkosmos maupun mikrokosmos, menunjukkan konfigurasi\nlingkaran. Seluruh isi alam semesta bergerak melingkar. Dalam skala makro dapat\ndiketahui bahwa bulan mengelilingi bumi sembari dia sendiri berputar pada\nporosnya. Bulan dan bumi, sembari bumi sendiri berputar pada porosnya,\nmengelilingi matahari. Planet-planet lain juga melingkari matahari. Dalam skala\nmikro dapat diketahui bahwa setiap benda mempunyai molekul yang terdiri dari\natom-atom. &nbsp;Inti atom yang&nbsp;berupa netron dikelilingi oleh proton dan elektron.\nSelain menunjukkan gerak orbital, shalat menghadap kiblat juga menunjukkan\nadanya kesatuan dan kekompakan ummat Islam yang pada gilirannya akan membentuk\nsatu kesatuan ummat manusia (<em>unity&nbsp;of\nmankind<\/em>). &nbsp;Kesatuan ini terwujud karena kesepakatan dan&nbsp;kebersa\u00admaan\nummat tersebut. Kesepakatan ummat terlihat ketika shalat dengan menyembah Tuhan\nyang sama, menghadap kiblat&nbsp;yang sama, melakukan gerak yang sama, dan\nmeneladani Nabi yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penutup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam\nhadits qudsi, Rasulullah Saw bersabda, Allah <em>&#8216;Azza wa<\/em><em> J<\/em><em>alla<\/em> berfirman, &#8220;Tidak semua orang yang shalat itu\nbershalat. Aku hanya menerima shalatnya orang yang merendahkan diri kepada keagungan-Ku, menahan\nsyahwatnya dari perbuatan haram larangan-Ku\ndan tidak terus-menerus bermaksiat terhadap-Ku, memberi makan kepada yg lapar dan memberi pakaian\norang yang\ntelanjang, mengasihi orang yang\nterkena musibah dan menampung orang asing. Semua itu dilakukan karena\nAku.&#8221; (HR. Ad-Dailami)<\/p>\n\n\n\n<p>Kaum\nmuslimin dapat berpartisipasi dalam pembinaan masyarakat dengan mengaktualisasikan\najaran dalam shalat. Shalat dipenuhi dengan hal-hal yang positif seperti\ndemokratisa\u00adsi, solidaritas sosial, kedisiplinan, kebersihan, kejujuran,\nkeseriusan, keteladanan, kesabaran, kepemimpinan yang ideal, dan sebagainya.\nAkhirnya, &nbsp;ummat &nbsp;Islam hendaknya tidak &nbsp;hanya\n&nbsp;&#8220;mengerjakan shalat&#8221; &nbsp;tetapi harus meningkat pada\n&#8220;menegakkan &nbsp;shalat&#8221;, &nbsp;yaitu mengerjakan shalat dengan\nbenar dan kemudian menterjemahkan makna simbolik&nbsp;shalat &nbsp;dalam\n&nbsp;kehidupan kongkrit. &nbsp;Dengan kata lain, setelah melaksanakan\n&#8220;shalat-shalat ritual&#8221; dilanjutkan dengan &#8220;shalat-shalat\naktual&#8221;. Shalat aktual adalah shalat ritual yang telah diterjemahkan atau\ndianalkan ajarannya dalam realitas empirik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Oleh : Drs. Muhammad Muhtar Arifin Sholeh, M.Lib. &#8211; Dosen Fakultas Agama Islam UNISSULA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Shalat&nbsp;merupakan suatu upacara (ceremony), lebih spesifik upacara keagamaan Islam. Menurut bahasa shalat berarti do\u2019a, sedangkan menurut istilah shalat berarti suatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2756,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2754","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-kajian","post_format-post-format-gallery"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/author\/ybwsa\/"},"rttpg_comment":3,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/kajian\/\" rel=\"category tag\">Kajian<\/a>","rttpg_excerpt":"Shalat&nbsp;merupakan suatu upacara (ceremony), lebih spesifik upacara keagamaan Islam. Menurut bahasa shalat berarti do\u2019a, sedangkan menurut istilah shalat berarti suatu [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2754"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2754\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}