{"id":23952,"date":"2026-10-01T13:45:27","date_gmt":"2026-10-01T06:45:27","guid":{"rendered":"https:\/\/ybw-sa.org\/?p=23952"},"modified":"2026-10-01T13:45:28","modified_gmt":"2026-10-01T06:45:28","slug":"rsi-sultan-agung-semarang-pecahkan-rekor-muri-melalui-penyuluhan-massal-penanganan-gigitan-ular","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/rsi-sultan-agung-semarang-pecahkan-rekor-muri-melalui-penyuluhan-massal-penanganan-gigitan-ular\/","title":{"rendered":"RSI Sultan Agung Semarang Pecahkan Rekor MURI melalui Penyuluhan Massal Penanganan Gigitan Ular"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"391\" src=\"https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-23953\" style=\"width:1200px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg 696w, https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986-18x10.jpeg 18w\" sizes=\"(max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SEMARANG<\/strong> \u2014 Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang kembali menorehkan capaian strategis dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan penyuluhan massal mengenai penanganan gigitan ular (<em>snakebite<\/em>). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati <strong>World Snakebite Awareness Day<\/strong> setiap 17 September sekaligus menyemarakkan <strong>HUT ke-56 RSI Sultan Agung Semarang<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari <strong>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI<\/strong> dan <strong>Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H.<\/strong> Penyuluhan menghadirkan pakar toksikologi, <strong>Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.E.M., Subsp.Tok.(K), FICEP, FIMMA<\/strong>, yang juga menjabat sebagai Ketua Kajian Gigitan Hewan Berbisa, Tanaman Beracun, Penyakit Tidak Menular, serta Toksikologi Kemenkes RI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi yang disampaikan tidak terbatas pada penanganan gigitan ular, tetapi juga mencakup berbagai aspek <strong>kegawatdaruratan toksikologi medis<\/strong>. Salah satunya adalah manajemen keracunan yang berkaitan dengan pelaksanaan program <strong>Makan Bergizi Gratis (MBG)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Momentum tersebut semakin diperkuat dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang menetapkan <strong>RSI Sultan Agung Semarang sebagai mitra strategis Kemenkes RI dalam penanganan kasus gigitan ular dan toksikologi<\/strong>. Kolaborasi ini turut melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat jejaring rujukan sekaligus mempercepat penanganan kasus toksikologi di berbagai tingkatan, baik regional maupun nasional. Dengan adanya sinergi lintas institusi, kapasitas tenaga kesehatan diharapkan semakin siap menghadapi kasus gigitan hewan berbisa maupun kondisi keracunan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, <strong>dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQua<\/strong>, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri seluruh civitas hospitalia untuk terus meningkatkan mutu layanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKinerja kuat dan capaian strategis ini terus didorong untuk menumbuhkan serta memperkuat rasa percaya diri seluruh civitas hospitalia. Dengan demikian, RSI Sultan Agung mampu berkontribusi aktif dan mendukung berbagai program strategis pemerintah di bidang kesehatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurutnya, penguatan kapasitas di bidang toksikologi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi RSI Sultan Agung dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperluas manfaat edukasi serta layanan kesehatan kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Ketua Umum YBWSA <strong>Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H.<\/strong>, menegaskan komitmen YBWSA dalam mendukung pengembangan RSI Sultan Agung, termasuk dalam membuka akses pendidikan kesehatan bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cYBWSA terus mendukung RSI Sultan Agung agar akses pendidikan kesehatan, baik formal maupun non-formal, dapat terbuka luas bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat awam,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai salah satu unit usaha strategis di bawah YBWSA, RSI Sultan Agung juga terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi masyarakat, lembaga pemerintah maupun instansi swasta. Sinergi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendukung kemajuan dan peningkatan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">YBWSA sendiri menaungi berbagai unit pendidikan dan usaha, di antaranya jaringan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), <strong>Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)<\/strong>, serta sejumlah perguruan tinggi dan unit usaha lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan rekor MURI dan terbangunnya kemitraan strategis dengan Kemenkes RI di bidang toksikologi semakin memperkuat peran RSI Sultan Agung sebagai institusi yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mengembangkan <strong>edukasi, penelitian, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, dan ketahanan kesehatan masyarakat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan penyuluhan massal tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian <strong>HUT ke-56 RSI Sultan Agung Semarang<\/strong>. Melalui penguatan jejaring toksikologi dan kolaborasi lintas sektor, RSI Sultan Agung berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kasus gigitan hewan berbisa dan keracunan, sekaligus memperluas manfaat pengetahuan kesehatan bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber: <\/strong><a href=\"https:\/\/www.rsisultanagung.co.id\/berita\/detail\/67\">https:\/\/www.rsisultanagung.co.id\/berita\/detail\/67<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEMARANG \u2014 Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang kembali menorehkan capaian strategis dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23953,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7,1705,1031,1704],"tags":[],"class_list":["post-23952","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kesehatan","category-news","category-yayasan"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"landscape":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"portraits":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"thumbnail":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986-300x169.jpeg",300,169,true],"large":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"1536x1536":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"2048x2048":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986-18x10.jpeg",18,10,true],"ultp_layout_landscape_large":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"ultp_layout_landscape":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986.jpeg",696,391,false],"ultp_layout_portrait":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986-600x391-1.jpeg",600,391,true],"ultp_layout_square":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/photo-1790581196349-163635986-600x391.jpeg",600,391,true]},"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/author\/ybwsa\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/kesehatan\/\" rel=\"category tag\">Kesehatan<\/a> <a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a> <a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/category\/yayasan\/\" rel=\"category tag\">Yayasan<\/a>","rttpg_excerpt":"SEMARANG \u2014 Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang kembali menorehkan capaian strategis dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23952","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23952"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23952\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23954,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23952\/revisions\/23954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23952"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23952"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/indonesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23952"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}