
Semarang – Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) memperoleh penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, atas kontribusinya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan upaya pengentasan kemiskinan. Penghargaan tersebut diterima oleh Rektor UNISSULA, Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H., pada Kamis, 15 Oktober 2026, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Masyarakat di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.
Penghargaan serupa diberikan kepada 11 perguruan tinggi lainnya. Dalam kegiatan tersebut, para pimpinan perguruan tinggi menyatakan komitmen bersama untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem. Salah satu bentuk kontribusi yang direncanakan adalah pemberian beasiswa kepada 2.792 kader pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.
Komitmen tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, serta Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Nomor 6 Tahun 2026 mengenai penetapan lokasi prioritas pengentasan kemiskinan pada tahun 2026.
Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Sinergi antarpihak dinilai penting agar program pemberdayaan dapat berjalan secara terpadu dan memberikan dampak yang nyata.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi tersebut antara lain dilakukan melalui verifikasi data penerima program rehabilitasi rumah tidak layak huni serta berbagai kegiatan pemberdayaan lainnya.
Bagi UNISSULA, penghargaan ini menjadi dorongan untuk terus menjalankan peran perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, UNISSULA diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi prioritas penanggulangan kemiskinan.
Ke depan, komitmen tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program yang berkelanjutan dan memiliki hasil terukur. Dengan demikian, keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah, tetapi juga membantu mendorong kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
