{"id":2767,"date":"2019-04-23T11:37:15","date_gmt":"2019-04-23T04:37:15","guid":{"rendered":"http:\/\/ybw-sa.org\/?p=2767"},"modified":"2019-04-23T11:37:15","modified_gmt":"2019-04-23T04:37:15","slug":"qabil-dan-habil-masa-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/qabil-dan-habil-masa-kini\/","title":{"rendered":"Qabil dan Habil Masa Kini"},"content":{"rendered":"<ul class=\"wp-block-gallery columns-0 is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\"><\/ul>\n\n\n\n<p>Bumi mulai\npanas, bahkan semakin memanas. Aneh memang aneh saat ini kita terlalu sering\nmendengar dan melihat seseorang menzalimi dan menganiaya saudaranya. Sungguh aneh,\nsaat ini kita melihat seseorang menghina dan memfitnah saudaranya demi\nkepentinganya pribadi. Sungguh&nbsp; aneh,\nsaat ini kita melihat sebagian kita berupaya untuk memecah belah persaudaran\ndan menghasut sesama. Sungguh aneh, saat ini kita melihat sebagian kita\nberupaya mengadu domba sesama kita. Sungguh aneh, memang aneh semua ini. Mau\nkemana orang seperti ini dihadapan Allah (<em>ahkaamal hakimin<\/em>) nanti <em>yauma\nla yanfa\u2019u malun wala banun illa man atallaha biqolbin salim<\/em>? <\/p>\n\n\n\n<p>Islam\nmengajarkan untuk persatuan dan persaudaraan. Ini saudara kita dari jawa,\nmereka saudara kita dari palestina. Ini saudara kita dari sunda, mereka saudara\nkita dari palestina, malaysia, rohingnya, afganistan, amerika, dst. Setiap yang\nmengucapkan syahadah <em>la ilaha illAllah wa anna muhammadarrasulullah<\/em> maka\ndia adalah saudara, saudara dan saudara.<\/p>\n\n\n\n<p>Persaudaraan ada beberapa macam, pertama,&nbsp; persaudaraan sedarah dan sekandung, kedua, persaudaraan sewilayah dan&nbsp; Persaudaraan seaqidah dan seagama.Tentunya saudara seakidah dan agama lebih mahal, tinggi dan lebih kuat karena tidak terbangun dari unsur-unsur warna kulit, nasab, negara, darah, dsb, akan tetapi terbangun atas unsur imaaaan, imaaaan, dan imaaaan. Makna persaudaraan didalam Islam adalah saudara dalam akidah dan agama. Karena sesungguhnya Allah telah mengikat persaudaraan ini dengan iman dan menjadikanya sifat wajib daripada hakekat iman itu sendiri, sebagaimana firmannya dalam QS alhujurat ayat 10:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>Artinya: orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.<\/em><\/p><cite> QS Al-Hujurat : 10 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Imam qurtubi\nmenafsirkan \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e \u0625\u0650\u062e\u0652\u0648\u064e\u0629\u064c adalah di\ndalam aqidah dan agama, maka dikatakan bahwa ukhuah fiddin astbat min ukuwah\nansab. Apabila anda temukan ukhuwah tanpa iman, amaka sesungguhnya ukhuwah\npalsu tidak ada akar dan buahnya. Ukhuwah tanpa iman sesungguhnya bukan\nukhuwah, akan tetapi hanyalah pertemuan kepentingan dan tukar menukan manfaat.\nApabila anda temukan iman tanpa ukhuwah, maka ketahuilah bahwa iman tersebut\ntidak sempurna yang membutuhkan tashih dan tajdid iman. Ukhuwah adalah sifat\ndan karakter wajib bagi iman dan tidak akan terpisahkan selamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Abu\nHurairah RA, dia berkata, &#8220;Rasulullah SAW telah bersabda, &#8216;Janganlah\nkalian saling mendengki, saling memfitnah, saling membenci, dan saling\nmemusuhi. Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual beli sesuatu\nyang masih dalam penawaran muslim lainnya dan jadilah kalian hamba-hamba Allah\nyang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah\nbersaudara, tidak boleh menyakiti, merendahkan, ataupun menghina. Takwa itu ada\ndi sini {Rasulullah menunjuk dadanya} {Beliau mengucapkannya sebanyak tiga\nkali}. Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia menghina saudaranya\nsesama muslim. Muslim yang satu dengan yang lainnya haram darahnya, hartanya,\ndan kehormatannya.&#8221; {Muslim 8\/11}<\/p>\n\n\n\n<p>Melihat\nperpecahan umat saat ini yang semakin mengakar. Bahkan keluargapun jadi berantakan\nlantaran beda pilihan. Fakta ini mengingatkan kita pada kisah perselisihan\npertama kali di di dunia, yaitu kisah Qabil dan Habil. Allah berfirman dalam\nQS. Al-Maidah 27-31;<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>Artinya: Ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, &#8220;Sungguh, aku pasti membunuhmu!&#8221; Dia (Habil) berkata, &#8220;Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.&#8221; &#8220;Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepAdamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.&#8221;Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim.&#8221; Maka hawa nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi. Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, &#8220;Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?&#8221; Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.<\/em><\/p><cite> QS. Al-Maidah 27-31 <\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dalam tafsir\nAttabari sebagian ahli tafsir dua anak Adam yang dimaksud dalam ayat ini adalalah\ndua orang dari kalangan Bani Israel. Pendapat ini lemah menurut Imam Attabari.\nYang benar adalah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas bahwa kedua orang\nitu adalah Qabil dan Habil. Habil adalah seseorang yang taat kepada Allah.\nAdapun Qabil adalah seseorang yang berperilaku sebaliknya. Suatu ketika\ntersirat dalam hati mereka niat untuk berkurban kepada Allah swt. Maka\nmerekapun melaksanakan niat tersebut dengan cara yang berbeda. Sebagai peternak\nHabil berkurban dengan seeor kambing miliknya yang paling bagus. Sedang Qabil\nyang serang petani berkurban dengan hasil panennya yang paling buruk. Akibatnya\nkurban Habil diterima oleh Allah sedang kurban Qabil tidak. Qabilpun meradang\npada Habil.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayat ini\nmemerintahkan nabi Muhammad saw agar menceritakan kisah Qabil dan Habil kepada\norang-orang yahudi yang berniat jahat kepadanya dan para sahabat. Agar mereka\ntahu bagaimana akibat dari kezaliman makar dan kedurhakaaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam Tafsir\nibnu kasir Allah menjelaskan bagaimana kesudahan orang yang suka semena-mena,\ndengki dan berbuat aniaya. Bukan hanya bertindak semena-mena, Qabil membunuh Habil\nkarena rasa dengki iri melihat nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain\n(saudaranya).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada awalnya\nAllah swt menetapkan agar Adam as menikahkan putrinya dengan putranyakarena\nkeadaan yang memaksa. Tetapi ada yang mengatakan setiap kali lahir Adam mendapatkan\nsepasang anak kembar laki-laki dan perempuan. Pasangn kembar ini harus menikahi\npangan kembar yang lain secara silang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasangan\nkembar dari Habil agak buruk rupa. Sedangkan pasangan kembar Qabil memiliki\nwajah yang cantik. Qabil ingin menikah dengan pasangan kembarnya itu, bukan Habil\nsaudarnya. Tetapi Adam tidak setuju sebelum mereka mengajukan qurban. Siapa\nyang kurbanya diterima, dialah yang berhak menikahi kembaran Qabil. Ternyata\nkurban Habillah yang diterima.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ibrah dari peristiwa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Allah\nmenurunkan ibrah dari setiap kisah dalam Al-Quran. Ibrah dalam bahasa arab\nberasal dari <em>\u2018Abara<\/em> yang berarti jembatan penghubung. Dengan mempelajari\nkisah diharapkan ada jembatan penghubung antara peristiwa masa lalu dan saat\nini. Sehingga seseorang dapat mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa masa\nlalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari kisah\nini betapa orang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah tega membunuh\nsaudaranya tanpa perasaan meskipun saudaranya tidak bersalah. Sementara si\nkorban meskipun diancam dengan kematian ia mengatakan tidak akan membalas\nsaudaranya tersebut. Inilah konsekuensi tidak adanya rasa takut kepada Allah.\nKetika mereka melakukan kezaliman dan penganiayaan ketidakadilan, mereka pasti\nakan hancur.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketamakan\nduniawi juga mengakibatkan kebengisan dan tindakan tidak bermoral pada manusia.\nBagi orang yang memiliki keimanan kepada Allah, ridha Allah diatas\nsegala-galanya. Dalam hatinya ia hanya melabuhkan rasa takutya kepada Allah,\nbukan kepada kematian, kelaparan, atau hal-hal yang dapat memalingkan dari\nkebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimanapun keadaannya, orang yang takut kepada Allah tidak akan menyimpang dari al-quran. Bahkan ia berpegang teguh padanya. Ia selalu bertindak hati-hati. Ia memiliki keyakinan bahwa Allah swt selalu melihat dan mendengar segala sesuatu. Kedangkalan pemahaman terhadap agama menjadikan hilangnya nurani. Tidak ada orang yang lolos dari pengawasan dan penghitungan Allah swt di hari perhitungan. Allah akan membalas semua ketidakadilan, kejahatan, dan segala bentuk tindakan yang tidak berperikemanusiaan. <em>Allahul Musta\u2019an.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\">Oleh : Hasanudin &#8211; Staf Wakaf dan Dakwah YBWSA<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bumi mulai panas, bahkan semakin memanas. Aneh memang aneh saat ini kita terlalu sering mendengar dan melihat seseorang menzalimi dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-2767","post","type-post","status-publish","format-gallery","hentry","category-kajian","post_format-post-format-gallery"],"rttpg_featured_image_url":null,"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/author\/ybwsa\/"},"rttpg_comment":4,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/category\/kajian\/\" rel=\"category tag\">Kajian<\/a>","rttpg_excerpt":"Bumi mulai panas, bahkan semakin memanas. Aneh memang aneh saat ini kita terlalu sering mendengar dan melihat seseorang menzalimi dan [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2767","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2767"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2767\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}