{"id":23930,"date":"2026-09-22T09:02:38","date_gmt":"2026-09-22T02:02:38","guid":{"rendered":"https:\/\/ybw-sa.org\/?p=23930"},"modified":"2026-09-22T09:02:39","modified_gmt":"2026-09-22T02:02:39","slug":"rsi-sultan-agung-gelar-edukasi-serentak-penanganan-gigitan-ular-di-semarang-dan-sekitarnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/rsi-sultan-agung-gelar-edukasi-serentak-penanganan-gigitan-ular-di-semarang-dan-sekitarnya\/","title":{"rendered":"RSI Sultan Agung Gelar Edukasi Serentak Penanganan Gigitan Ular di Semarang dan Sekitarnya"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-23931\" style=\"width:1200px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-768x432.jpeg 768w, https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-18x10.jpeg 18w, https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Semarang, rsisultanagung.co.id<\/strong> \u2013 Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat terkait <strong>penanganan gigitan ular (snake envenomation)<\/strong>. Kegiatan yang dilaksanakan secara serentak pada Senin (28\/9\/2026) tersebut menyasar berbagai fasilitas kesehatan dan lingkungan pendidikan di Kota Semarang maupun wilayah sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program edukasi ini melibatkan <strong>25 Puskesmas mitra<\/strong>, yang terdiri atas 20 Puskesmas di wilayah Kota Semarang dan lima Puskesmas di luar Kota Semarang. Selain fasilitas kesehatan tingkat pertama, edukasi juga diperluas ke sejumlah sekolah, perguruan tinggi, serta civitas Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). Pelaksanaan tersebut menjadi bagian dari peran RSI Sultan Agung sebagai rumah sakit pendidikan yang tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjalankan fungsi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian <strong>HUT ke-55 RSI Sultan Agung<\/strong> sekaligus memperingati momentum <strong>International Snakebite Awareness Day<\/strong> yang diperingati setiap 19 September. Melalui kegiatan tersebut, RSI Sultan Agung berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan mengenai langkah yang tepat dalam menghadapi kasus gigitan ular, terutama dalam kondisi kegawatdaruratan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Kota Semarang, edukasi dilakukan secara bersamaan di 20 Puskesmas mitra dengan melibatkan tenaga penyuluh dari RSI Sultan Agung bersama dokter dan tenaga kesehatan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Sementara itu, lima Puskesmas yang berada di luar Kota Semarang melaksanakan edukasi melalui tenaga kesehatan masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai rumah sakit pendidikan, RSI Sultan Agung juga memperluas jangkauan kegiatan ke lingkungan sekolah dan perguruan tinggi serta civitas YBWSA. Upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih baik mengenai pertolongan awal pada kasus gigitan ular sekaligus memperkuat peran rumah sakit dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pola edukasi yang dilakukan secara luas ini membuat kegiatan tidak hanya terpusat di lingkungan rumah sakit. Pengetahuan mengenai penanganan gigitan ular diharapkan dapat tersampaikan hingga ke masyarakat, fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan lingkungan pendidikan. Dengan demikian, rantai penanganan kasus dapat berjalan lebih baik, mulai dari pertolongan awal, pengenalan kondisi korban, penanganan di fasilitas kesehatan, hingga proses rujukan ke rumah sakit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di RSI Sultan Agung sebagai lokasi utama, kegiatan diisi dengan penyuluhan bertema <strong>\u201cPenanganan Gigitan Ular (Snake Envenomation)\u201d<\/strong> yang disampaikan oleh <strong>Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.EM., Sub.Sp.Tok(K), FICEP, FIMMA<\/strong>. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para peserta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Panitia Penyelenggara, <strong>dr. Kinanti Narulita Dewi, M.Si., Sp.An-TI, FISQua<\/strong>, menjelaskan bahwa pelaksanaan edukasi secara serentak di berbagai Puskesmas dan institusi pendidikan merupakan langkah untuk memperkuat kesinambungan penanganan kasus gigitan ular.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut dr. Kinanti, edukasi mengenai gigitan ular perlu diberikan secara luas dan tidak hanya berfokus pada lingkungan rumah sakit. Pelibatan 20 Puskesmas di Kota Semarang, lima Puskesmas di luar Kota Semarang, sekolah, perguruan tinggi, serta civitas YBWSA diharapkan dapat membuat informasi mengenai pertolongan gigitan ular semakin mudah dipahami dan diterapkan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan fungsi RSI Sultan Agung sebagai rumah sakit pendidikan yang menjalankan empat peran, yakni <strong>pelayanan, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat<\/strong>. Karena itu, edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan kepada tenaga medis, tetapi juga kepada masyarakat dan lingkungan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Meluruskan Kesalahan Penanganan Gigitan Ular<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gigitan ular berbisa atau <em>snakebite envenomation<\/em> merupakan salah satu persoalan kesehatan yang termasuk dalam kelompok <strong>Neglected Tropical Diseases (NTDs)<\/strong> menurut World Health Organization (WHO). Salah satu kendala yang masih ditemukan dalam penanganannya adalah adanya berbagai mitos dan praktik pertolongan pertama yang kurang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa tindakan yang masih dilakukan masyarakat, seperti mengikat bagian tubuh yang terkena gigitan dengan terlalu kuat, menyedot darah, menyayat lokasi gigitan, maupun memberikan ramuan tertentu, justru berpotensi menimbulkan masalah tambahan dan memperburuk kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama juga perlu memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai kondisi akibat bisa ular. Beberapa di antaranya meliputi <strong>sindrom neurotoksik, hemotoksik, dan sitotoksik<\/strong>, serta kemampuan mengamati tanda-tanda bahaya, menentukan indikasi pemberian <strong>Serum Anti Bisa Ular (SABU)<\/strong>, dan mengambil keputusan rujukan secara tepat dan tidak terlambat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui edukasi yang dilakukan secara serentak, RSI Sultan Agung berupaya menciptakan pemahaman yang lebih seragam mengenai penanganan gigitan ular di seluruh rantai pelayanan. Pengetahuan tersebut mencakup masyarakat sebagai pihak yang memberikan pertolongan awal, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan tingkat pertama, lingkungan pendidikan, hingga rumah sakit sebagai fasilitas rujukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dr. dr. Tri Maharani menekankan bahwa keselamatan korban gigitan ular tidak hanya bergantung pada tindakan yang diberikan ketika pasien sudah berada di rumah sakit. <strong>Pertolongan awal yang tepat, kemampuan mengenali tanda bahaya, serta keputusan untuk segera memperoleh pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam penanganan kasus tersebut.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan melibatkan 25 Puskesmas mitra, institusi pendidikan, dan civitas YBWSA, RSI Sultan Agung berharap informasi mengenai penanganan gigitan ular dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat jejaring antara masyarakat, fasilitas kesehatan, dan institusi pendidikan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat gigitan ular.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud komitmen RSI Sultan Agung dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui <strong>edukasi kesehatan yang tepat, mudah dipahami, dan dapat diterapkan secara praktis<\/strong>, khususnya dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: <a href=\"https:\/\/www.rsisultanagung.co.id\/berita\/detail\/58\">https:\/\/www.rsisultanagung.co.id\/berita\/detail\/58<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semarang, rsisultanagung.co.id \u2013 Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":23931,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[7,1705,1031,1704],"tags":[],"class_list":["post-23930","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kesehatan","category-news","category-yayasan"],"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954.jpeg",1600,900,false],"landscape":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954.jpeg",1600,900,false],"portraits":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954.jpeg",1600,900,false],"thumbnail":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-300x169.jpeg",300,169,true],"large":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-1024x576.jpeg",1024,576,true],"1536x1536":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-1536x864.jpeg",1536,864,true],"2048x2048":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954.jpeg",1600,900,false],"trp-custom-language-flag":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-18x10.jpeg",18,10,true],"ultp_layout_landscape_large":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-1200x800.jpeg",1200,800,true],"ultp_layout_landscape":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-870x570.jpeg",870,570,true],"ultp_layout_portrait":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-600x900.jpeg",600,900,true],"ultp_layout_square":["https:\/\/ybw-sa.org\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/photo-1789973174137-609102954-600x600.jpeg",600,600,true]},"rttpg_author":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/author\/ybwsa\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/category\/berita\/\" rel=\"category tag\">Berita<\/a> <a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/category\/kesehatan\/\" rel=\"category tag\">Kesehatan<\/a> <a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/category\/news\/\" rel=\"category tag\">News<\/a> <a href=\"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/category\/yayasan\/\" rel=\"category tag\">Yayasan<\/a>","rttpg_excerpt":"Semarang, rsisultanagung.co.id \u2013 Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan [&hellip;]","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23930","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23930"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23930\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23932,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23930\/revisions\/23932"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23930"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23930"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ybw-sa.org\/english\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23930"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}