Semarang, rsisultanagung.co.id – Bertempat di ruang auditorium, RSI Sultan Agung Semarang menerima kunjungan industri dari SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto pada hari Rabu (28/9/2022).

160 siswa yang terdiri dari jurusan asisten keperawatan, laboratorium medik dan farmasi klinis antusias mengikuti kegiatan ini.

Para siswa dan guru pendamping yang hadir lantas disambut hangat oleh dr. Mohamad Arif, Sp.PD selaku Direktur Pendidikan RSI Sultan Agung Semarang.

Dalam sambutannya, dr. Mohamad Arif, Sp.PD mengatakan RSI Sultan Agung adalah rumah sakit pertama yang menjalankan prinsip syariah.

Alasan diterapkannya prinsip syariah karena dalam kehidupan sehari-hari di rumah sakit beresiko melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah.

“Contohnya ketika pemasangan EKG oleh laki-laki ke perempuan apakah boleh? Di rumah sakit kami tentunya tidak boleh,” terang dr. Mohamad Arif, Sp.PD.

Selain itu, rumah sakit juga harus menjaga kesucian pasien. Jika ada pasien lansia yang tidak bisa jalan dan ketika dirawat mengeluarkan kotoran.

Maka perawat akan sering mengganti pakaian pasien dan pakaian yang kotor akan langsung dikirimkan ke bagian laundry untuk segera dicuci.

Saat menyampaikan sambutan, Prisillia Mutiara Sari, S.Si., Gr selaku kepala sekolah mengungkapkan tujuan diadakannya kunjungan industri ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang dunia kerja di bidang kesehatan.

“Karena pendidikan di SMK ini, harus bersifat mix and match dengan dunia kerja. Sehingga tercipta keselarasan antara pendidikan di SMK dan kebutuhan yang ada di masyarakat,” ungkap Prisillia Mutiara Sari, S.Si., Gr.

Seluruh siswa SMK Citra Bangsa Mandiri lantas menerima materi dari beberapa pegawai RSI Sultan Agung Semarang.

Ns, Sri Hartini, S.Kep menjadi pemateri pertama yang menyampaikan materi tentang bidang keperawatan di RSI Sultan Agung Semarang. Salah satu poin yang ia sampaikan adalah tentang alur pasien masuk.

“Alur pasien masuk pasti ada dua pintu, IGD dan Poli Rawat Jalan. Kalau dilayani di IGD brarti yang mendapat prioritas adalah yang mengalami ancaman kematian atau kelainan tubuh,” ungkap Ns, Sri Hartini.

Kemudian para siswa menerima materi kedua dari Siti Mahmudah, A.Md.AK tentang Laboratorium Klinik RSI Sultan Agung Semarang.

Lebih lanjut, Siti Mahmudah menjelaskan tentang tiga tahapan mendapatkan sampling darah. Mulai dari pra analitik, lalu ke analitik, hingga ke pasca analitik.

Selanjutnya ada Apt. Yana Sagita, S.Farm., yang menyampaikan materi mengenai pengelolaan perbekalan farmasi dan pelayanan kefarmasian di rumah sakit.

Wanita yang akrab di sapa Yana itu menjelaskan tentang seleksi obat yang dilakukan oleh Tim Farmasi Terapi (TFT).

“Kekhasan dari rumah sakit syariah, untuk TFT kami bekerjasama dengan komita syariah dimana komite syariah ini bertanggungjawab tentang kehalalan obat,” terang Yana.

Kegiatan ini diakhiri dengan para siswa diajak berkunjung ke unit-unit pelayanan dan fasilitas unggulan RSI Sultan Agung Semarang.