Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjadi narasumber dalam pekan taaruf yang diikuti oleh 4.595 mahasiswa baru di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Dalam acara yang dilaksanakan di auditorium kampus (6/9/2022) tersebut ia meminta para mahasiswa baru untuk mengkedepankan moralitas,  etika, dan sopan santun dalam pergaulan dengan siapapun. “Mahasiswa baru Unissula harus memiliki kecerdasan emosional, rendah hati, dan punya sopan santun dalam kehidupan sehari hari. Hal itu akan menjadi salah satu kunci sukses,” ungkapnya.

Ia juga mencontohkan orang orang yang bisa menempatakan diri dengan baik serta memiliki tata krama yang baik cenderung lebih mudah diterima di masyarakat dan memiliki probabilitas sukses yang lebih tinggi. “Coba anda lihat dokter yang ramah sama yang tidak ramah anda lebih suka mana? Tentu lebih suka dokter yang ramah iya kan,” tandasnya.

Ia juga meminta mahasiswa baru Unissula untuk terus menampakkan wajah ramah sebagai representasi Islam yang rahmatan lil alamin. “Tidak hanya rohmatan lil muslimin tapi juga harus rahmatan lil alamin. Menjadi rahmat untuk semesta alam,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa dunia hari ini sedang tidak baik baik saja. “Dunia bergerak sangat cepat dan saat ini semua negara terdampak turbulensi ekonomi global. Semua mencoba mendesain ulang program ekonomi mereka dan apakah kita cukup punya kekuatan untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam bidang ekonomi?” ungkapnya.

Menghadapi hal itu ia meminta mahasiswa baru Unissula sebagai bagian generasi kreatif untuk terus bergerak dan bisa beradaptasi dengan kondisi dunia hari ini. “Beraktifitas penting untuk  terus mengasah kepekaan jangan hanya mengurus perkuliahan saja,” pungkasnya.

Selain mendatangkan para tokoh acara pekan taaruf juga diisi berbagai agenda antara lain presentasi unit, biro, lembaga di Unissula yang akan menjadi partner para mahasiswa. Yang dipresentasikan antara lain pentingnya peran Perpustakaan, Pusat Pengembangan Bahasa Internasional, Peraturan Akademik, Informasi Sistem Akademik, dan Kantor Urusan Internasional. Lembaga Kajian Penerapan Nilai Nilai Islam, Lembaga Kemahasiswaan, Unit Pelaksana Teknis Pemasaran dan Kehumasan, dan Unit Pelaksana Teknis Sistem Informasi.