Semarang, rsisultanagung.co.id – Dalam rangka penjaminan mutu institusi penyelenggara pelatihan  bidang kesehatan, RSI Sultan Agung melaksanakan kegiatan visitasi survei akreditasi institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan pada Senin dan Selasa (4/4 – 5/4) bertempat di Ruang Diklat Gedung A lantai 2 RSI Sultan Agung Semarang. Pada kesempatan ini Tim asesor dari Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan yang hadir adalah Yulia Fitriani, SKM, MKM (Ketua), Nur Afifah Kurniati, S.Sos, MKM, Dewi Pusparani, SKM, MKM, dan Febrina Dwi Permata, S.Psi, M.Psi.

Terdapat  3 komponen standar yang dinilai dari visitasi tersebut yaitu :

  1. Komponen Administrasi dan Manajemen
  2. Komponen Pelayanan Pelatihan
  3. Komponen Penunjang Pelatihan

Acara visitasi dihadiri oleh Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang berserta seluruh jajaran direksi dan seluruh tim penjamin mutu akreditasi .

Kedatangan tim asesor disambut langsung oleh Direktur Utama RSI Sultan Agung, dr. H. Masyhudi AM, M.Kes.

Dalam sambutannya, dokter masyhudi mengatakan bahwa survei akreditasi ini bentuk upaya mewujudkan misi RSI Sultan Agung yang kedua yaitu “Menyelenggarakan pelayanan pendidikan dalam rangka membangun generasi khaira ummah.”

“RSI Sultan Agung Semarang telah menjalani sejumlah akreditasi diantaranya akreditasi KARS, akreditasi sebagai RS Syariah, dan akreditasi sebagai RS Pendidikan. Dan semuanya diupayakan betul mendapatkan nilai terbaik, karena sesuai dengan bentuk visi misi RSI Sultan Agung.” Ujarnya.

Berdasarkan Permenkes Nomor 25 Tahun 2020, Pusat Pelatihan SDM Kesehatan menjalankan fungsi dalam pelaksanaan pengendalian mutu pelatihan dan institusi pelatihan sumber daya manusia kesehatan salah satunya melalui pelaksanaan penilaian akreditasi institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan.

Dalam sambutannya, Ketua tim asesor, Yulia Fitriani, SKM, MKM mengungkapkan bahwa peran institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan sangat penting dalam meningkatkan kompetensi SDM Kesehatan.

“Melalui penyelenggaran pelatihan di institusi yang telah terakreditasi, mutu dan kualitas penyelenggaraan pelatihan akan tetap terjaga dan mampu menghasilkan SDM Kesehatan yang kompeten.” Ungkapnya.

Dalam 2 hari kegiatan survei tersebut, dilaksanakan telusur dokumen dan survei lapangan untuk memverifikasi kesesuaian regulasi dengan  pelayanan.

Dengan diterapkan hasil akreditasi institusi yang sesuai dengan ketentuan, maka akan ada jaminan kepada masyarakat bahwa institusi telah memiliki standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kemenkes sehingga pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan dapat dijamin mutunya dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan diselenggarakannya survei akreditasi akreditasi institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan ini, diharapkan RSI Sultan Agung dapat mendapatkan nilai terbaik dan menjadi institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan yang terjamin mutunya dan menghasilkan SDM kesehatan terbaik.