Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unissula berhasil meraih juara internasional dalam kompetisi yang di selenggarakan oleh Indonesian Society and Cancer Chemo Prevention (ISCC) yang berlangsung 20 Oktober – 21 November 2020. Mereka adalah Tika Gesti Rahmawati, Rizqi Windhu Sri Intania, dan Setiawan Fritz Gerald yang dibimbing oleh Dr dr Agung Putra MSi Med serta dr Azizah Retni Kustiyah SpA.

Mereka berhasil menjadi juara 1 pada bidang ISCC’S undergraduate Scientific Poster Competition kategori cancer biology and cancer (chemo) prevention. Atas prestasi tersebut mereka berhak mendapat sertifikat penghargaan dan uang pembinaan Rp 1.000.000.

ISCC merupakan forum perkumpulan peneliti Indonesia di bidang kanker dan pencegahan serta pengobatannya. ISCC setiap tahunnya membuat acara kongres dan konferensi peneliti yang disertai workshop dan kuliah umum.

Poster yang mereka angkat adalah The Effect of Hypoxic Mesenchymal Stem Cells-Conditioned Medium in Resolving Renal Failure on Acute Renal Failure Animal Model. Poster menerangkan bahwa the conditioned medium of hypoxic mesenchymal stem cell dapat membantu regenerasi kerusakan massiv pada jaringan ginjal dengan menurunkan kadar urea nitrogen dalam darah pada tikus yang mengalami gagal ginjal akut pasca induksi gentamicin.

Tika Gesti tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. “Perasaan menjadi juara sangat senang, bangga, terharu dan bersyukur untuk pencapaian yang luar biasa ini”, ungkapnya. Sementara itu Setiawan Fritz Gerald menyatakan “Kami tak menyangka bisa menjadi juara 1 karena pesertanya dari berbagai negara dan yang mereka tampilkan juga bagus- bagus”, ungkapnya saat diterima oleh Rektor Drs Bedjo Santoso MT PhD dalam dalam ramah tamah beserta pimpinan universitas (4/12).

Sementara itu Rektor menyambut baik prestasi tersebut dan mengharapkan FK Unissula bisa terus meningkatkan prestasinya di level internasional serta menjadi barometer fakultas kedokteran berkualitas di Indonesia. “Kedokteran Unissula semakin bagus prestasinya terlebih sekarang penelitiannya di bidang stem cell bisa menjadi unggulan baru yang berkontribusi penting untuk dunia kesehatan”, pungkas Bedjo Santoso.

Sumber : unissula.ac.id