“Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.”

( Imam Al-Ghazali )

Baru – baru ini terjadi insiden penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, pada hari Jumat , 15 Maret 2019 mengakibatkan korban meninggal dunia sejumlah 49 orang. Dunia Islam mengutuk keras perbuatan keji tersebut.

Komunitas Muslim Seattle berdoa bersama setelah aksi penembakan tersebut. Salah satu muslim berujar : “Saya pikir semua orang setuju, Anda tahu, hari ini semua dari kita akan membuktikan bahwa kita tidak takut,” Respon komunitas muslim seattle tersebut merupakan salah satu spontanitas dalam makna ukhuwah islamiyah.

Makna Ukhuwah Islamiyyah

Ukhuwah yang biasa diartikan sebagai “persaudaraan”,  Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. Di atas telah dikemukakan arti ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang bersifat Islami atau yang diajarkan oleh Islam. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat  yang menjelaskan  tentang ukhuwah Islamiyah dan dapat kita simpulkan bahwa di dalam kitab suci ini memperkenalkan paling tidak empat macam persaudaraan:
1) Ukhuwah ‘ubudiyah atau saudara sesama mahluk dan sama-sama tunduk kepada Allah.
2) Ukhuwah Insaniyah (basyariyah) dalam arti seluruh umat manusia adalah bersaudara, karena mereka semua berasal dari seorang ayah dan ibu. Rasulullah Saw. juga menekankan lewat sabda beliau, “Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara”
3) Ukhuwah wathaniyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan dalam keturunan dan kebangsaan.
4) Ukhuwah fi din Al-Islam, persaudaraan antarsesama Muslim. Rasulullah Saw. bersabda, Kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudara kita adalah yang datang sesudah (wafat)-ku.

Fenoma  Ukhuwah Islamiyah Dunia Islam saat ini

Bila dilihat dari fenomena hari ini dalam konteks ukhuwah Islamiyah ada sisi kekurangannya yakni adanya isu terorisme, pertentangan golongan, golongan satu merendahkan golongan lain, sedikit banyak mengendorkan soliditas  antar muslim. Perpecahan ukhuwah antar muslim telah diingatkan Allah dalam firmanNya :

”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi permpuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan yang (mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah maha penerima tobat, Maha penyayang.”.

(QS : al-Hujuraat: 11-12)

Allah menunjukkan dengan jelas dalam ayat tersebut bahwa mengolok-olok baik dilakukan oleh suatu kaum maupun individual, saling mencela, saling memanggil dengan sebutan-sebutan yang buruk, berprasangka, mencari-cari kesalahan orang lain, saling menggunjing satu sama lain adalah mengarah pada pecahnya persaudaraan. Apakah kita tidak merasa jijik diibaratkan Allah seperti memakan bangkai saudara sendiri?. Rasulullah bersabda Artinya, “Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (HR. Ahmad dari Nu’man bin Basyîr dengan derajat hasan). Jika pernah diantara sesama muslim melakukan hal tersebut, maka diperintahkan Allah untuk bertaubat. Manusia juga dikaruniai oleh Allah peluang untuk bersilang pendapat dan berbeda pendirian namun ajaran Rasulullah S.A.W mengajarkan umatnya untuk bermusyawarah, sehingga betapapun ada perbedaan yang tajam niscaya dapat diselesaikan dengan keridhoan sesama muslim. Saatnya  potensi-potensi perpecahan perlu kita akhiri, dengan saling menjaga, menghargai dan bersikap lemah lembut. Sehingga apabila terjadi perbedaan, maka perbedaan tersebut dapat melahirkan hikmah, baik dalam bentuk kompetisi positif, mempertajam daya kritis, maupun dalam membangun semangat mencari tahu sesuai dengan anjuran memperbanyak ilmu. Namun disisi lain ada fenoma menggembirakan bahwa rasa persaudaran sesama muslim melintasi benua dalam dunia islam global menunjukkan juga hal yang positif. Misalnya adanya perhatian komunitas muslim di negara ini yang peduli akan pembangunan masjid di Palestina dengan nama Masjid Istiqlal Indonesia yang peruntukannya selain digunakan untuk beribadah salat lima waktu, juga dibangun fasilitas pendidikan Alquran untuk melahirkan hafiz dan hafizah di sana. Jadi, masjid ini akan jadi pusat peradaban masyarakat Gaza. Hal tersebut merupakan bentuk kecintaan kepada komunitas muslim saudara kita di Indonesia terhadap saudaranya muslim di Palestina agar dapat beribadah dengan layak. Kebersamaan ini dalam banyak hal dapat memberikan inspirasi solidaritas , memperkuat kecintaan kepada sesama saudara mukmin.

Ukhuwah Islamiyah sendiri menunjukkan jalan yang dapat ditempuh untuk membangun komunikasi di satu sisi, dan di sisi lain, ia juga memberikan semangat baru untuk sekaligus melaksanakan ajaran sesuai dengan petunjuk al-Qur’an serta teladan dari para Nabi dan Rasul-Nya. 2 hal penting dalam ukhuwah Islamiyah, pertama, apabila salah satu dari anggota badan itu sakit, maka anggota lainnya pun turut merasakan sakit. Kedua, persaudaraan Islam dianalogikan sebagai bangunan yang kuat, yang antara masing-masing pilar dan komponen dalam bangunan tersebut saling memberikan fungsi untuk memperkuat dan memperkokoh.

Dalam Islam seseorang dianggap mulia, jika ia memelihara anak yatim. Orang yang paling disenangi Allah adalah mereka yang paling dermawan. Orang−orang yang berinfaq/bersedekah diberi ganjaran pahala sampai 70 x lipat. Dalam hadis Rasulullah disebutkan bahwa Allah akan selalu membantu hamba-Nya selama hamba tersebut membantu saudaranya. Pada hadis lain Rasulullah menyebutkan, bahwa bakhil itu sifat tercela dan pemboros itu adalah kawan−kawan setan. Jika dibahas secara terinci, tentang kepedulian Islam terhadap masalah sosial maka kita akan menemukan bahwa ternyata amal ibadah secara umum lebih banyak berurusan dengan hamblum minannas ketimbang hablum minallah. Namun manifestasi hablum minannas adalah ketauhidan dan ketaatan kepada Allah SWT. Allah memberi karunia akhlak yang baik sebagai modal berukhuwah dan bersaudara.

Ukhuwah islamiyyah dihiasai dengan akhlakul karimah. Akhlak yang menjaga perasaan saudaranya, menjaga harta dan jiwa setiap mukmin. Seorang mukmin mendambakan karunia lidah yang jujur, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Ibrahim as :

”Jadikanlah untukku lisan yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian hari.”

(Qs. Asy-Syu’ara:48)

Allah mencintai sebagian hamba-Nya dan memberikan karunianya dan budi pekerti yang luhur. Nabi Muhammad S.A.W dipuji oleh Allah dalam firman-Nya

“sebab rahmat dari Allah lah engkau berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Jika engkau kasar dan keras hati, niscaya dia akan meninggalkanmu.”.

(QS. Ali Imron:159)

Mari kita perbanyak upaya untuk memahami Al Quran dan Sunnah, karena seluruhnya isinya adalah akhlak kebaikan. Dengan keduanya  kita mendapatkan cahaya yang menerangi jalan dan tingkah laku kita, mendorong hati kita untuk melakukan berbagai kebajikan. Allah berfirman” Allah memberi hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sungguh telah diberikan kebaikan  yang banyak. Tidak ada yang mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal. (QS. Al Baqarah:269)

Dasar dari menjalin ukhuwah yang baik adalah memperbaiki hubungan kita dengan Allah, sehingga niscaya Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan orang-orang disekitar kita. Berhati-hati terhadap dosa-dosa yang akan menguasai kita dan akan menyebabkan kita gagal dalam bergaul dengan sesama saudara mukmin.  Semoga kita termasuk hambaNya yang bersungguh-sungguh untuk mencapai Ridha Allah dan senantiasa berbuat kebaikan. Amin Ya Robbal Alamin.[]

Oleh : Azhar ardi, S.E., M.Si. – Kabag SPI Sekretariat YBWSA