CALL: 024 - 6583584 ext.309

Email: ybwsa.org@gmail.com

Kesehatan

LAYANAN UNGGULAN

  • Oncology Center
  • Cardiac Center
  • Lasik Center
  • Eye Center
  • Skin Center
  • Diabetic Center
  • Stroke Center
  • Urology Center
  • Dental Center
  • Medical Rehabilitation Center
  • ENT Center
  • Infertility Center
  • Haemodialisa Center
  • Integrated Clinic of Specialist

RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG

Gagasan mendirikan Rumah Sakit Islam pertama kali diutarakan oleh  Pangdam VII/ Diponegoro, Brigjen. M. Sarbini selaku Pembina Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (yang pada saat itu sedang dirawat di RS Elyzabeth) kepada Rektor UNISSULA, Letkol. dr. Soetomo Bariodipoero dan Ka. Kesdam VII/Diponegoro, Kol.dr.Soehardi. Intinya beliau menekankan perlunya umat Islam memiliki rumah sakit sendiri.

Gagasan itu tampaknya selaras dengan keinginan YBWSA karena adanya rumah sakit sangat diperlukan guna menunjang aktivitas khususnya Fakultas Kedokteran UNISSULA sebagai rumah sakit pendidikan (teaching hospital). Selain itu tentunya dalam rangka berkhidmat pada pelayanan kesehatan masyarakat. Keinginan terwujud dengan dibangunnya Health Center di jalan Kaligawe satu komplek dengan UNISSULA pada tahun 1971. Beberapa tahun kemudian menjadi Rumah Sakit Sultan Agung sebelum nama yang terakhir disandang yaitu Rumah Sakit Islam Sultan Agung.

Sejak operasional tahun 1971 sampai dengan tahun 2014 YBWSA terus menerus mengembangkan Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA). Memasuki tahun 2000 kepengurusan YBWSA yang diimami oleh H. Hasan Toha Putra (sebagai Ketua Umum Pengurus) memiliki komitmen mengembangkan seluruh unit kegiatan YBWSA. Khususnya Rumah Sakit Islam Sultan Agung ada semacam loncatan yang luar biasa ketika merencanakan pengembangan pembangunan gedung poliklinik dan rawat inap (VIP) berlantai empat. Rencana tersebut atas pertolongan Allah SWT pada tahun 2002 telah berhasil dibangun. Pengembangan terus berlanjut tahun 2006 dikembangkan pelayanan unggulan baru yakni Semarang Eye Center (SEC) RSISA, sebuah one stop service pelayanan kesehatan mata terlengkap di Jawa Tengah yang didukung tenaga dokter spesialis yang memiliki reputasi terbaik, yaitu dimulai pemeriksaan awal, pengobatan, konsultasi tindakan operatif dan optik yang berada dalam satu lokasi. Tahun berikutnya dikembangkan layanan mata terkini yaitu LASIK (Laser Assisted Insitu Keratomileusis). Yakni, suatu teknologi baru alat laser untuk memulihkan penglihatan akibat kelainan refraksi. Launching oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ali Mufiz (beliau juga merupakan salah satu anggota Pengurus YBWSA) pada tanggal 23 Pebruari 2008.

Selanjutnya Yayasan mencanangkan fungsi RSISA ke depan sebagai Islamic Teaching Hospital. Ada harapan yang ingin diraih dengan pencanangan itu, tak lain untuk menjamin keunggulan pendidikan fakultas kedokteran, serta program studi kesehatan di lingkungan UNISSULA. Maka dibangunlah  Gedung Teaching Hospital Rumah Sakit Islam Sultan Agung bagi Universitas Islam Sultan Agung yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ali Mufiz, pada tanggal 3 Oktober 2007 atau bertepatan dengan tanggal 21 Ramadhan 1427 H. Gedung yang terlihat megah dan indah itu mulai operasional sejak Januari 2010. Pada bulan Maret 2010 telah memperoleh sertifikat lulus akreditasi 16 bidang, dan pada bulan Februari 2011 memperoleh penetapan sebagai Rumah Sakit Kelas B.

Keinginan YBWSA untuk mengembangkan RSI Sultan Agung terus berlanjut, dengan peresmian dimulainya pembangunan Gedung Multi Centers of Excellences (MCE) oleh Wakil Gubernur Hj. Rustriningsih pada bulan Agustus 2012. Pembangunan gedung Multi Centers of  Excellences berlantai 8 (delapan) ini diperuntukkan bagi layanan unggulan baru yang meliputi: Cardio-vasculer Center, Stroke Center, Geriatric  Center, Cancer Center dan Semarang Eye Center (SEC) serta Ruang Inap VVIP, dan VIP. Soft Launching penggunaan gedung MCE khususnya penggunaan kamar inap VVIP dan VIP dilaksanakan 25 Agustus 2014. Grand Launching dilaksanakan 6 Mei 2015 bertepatan dengan 17 Rajab 1436 H.

Bersamaan dengan itu RSI Sultan Agung telah memperoleh hasil akreditasi dengan predikat paripurna (tertinggi) dari KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) yang merupakan regulasi baru tentang akreditasi rumah sakit yang telah digulirkan pemerintah sejak awal tahun 2013, dimana KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) menilai standar pelayanan kesehatan berfokus pada  patient safety atau keselamatan pasien. Selain berfokus pada pasien, penerapan KARS juga berlaku pada kinerja tenaga medis dan keselamatan petugas Rumah Sakit.